Jumat, 17 April 2020

Ketua PBNU Paparkan Kabar Gembira Mengenai Covid-19


Indonesia Kuat Lawan Corona

Jakarta, 16 April 2020 - Peningkatan kasus Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup serius di Indonesia, terutama didaerah pulau Jawa.

Menurut, Dr. Syahriza Syarif selaku Ketua PBNU Bidang Kesehatan, bahwa situasi pandemi ini asal mulanya dari Wuhan, China yang saat ini menyebar keseluruh dunia. Saat ini virus Covid-19 ini kurang lebih telah menyebar di 210 negara diseluruh dunia.

"saya ingin menyampaikan kabar gembia, bahwa dari 210 negara yang terinfeksi virus covid-19 kita dapat mengelompokkan kedalam 4 kelompok negara yaitu kelompok negara yang masih mengalami situasi yang cukup berat, seperti Indonesia, Rusia, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab dan Singapura. Ini adalah kelompok negara-negara yang mengalami peningkatan angka kasus yang disebabkan oleh virus covid-19. Ada sekitar 78% negara yang saat ini kasusnya mulai menurun, terkendali dan sebentar lagi bebas," Syahriza Syarif (16/04).

Selain itu, kata Syahriza Syarif, bahwa ada 13 negara di dunia ini yang 10% diantara negara-negara itu yang sampai saat ini memberikan tanda-tanda akan segera terbebas dari wabah, seperti China, Vietnam, New Zeland, Australia merupakan negara-negara yang mengalami penurunan kasus.

"Dari sini kita harus optimis bahwa Indonesia akan segera terbebas juga dari Covid-19 ini.Berbagai prediksi dilakukan tentang kapan wabah ini akan selesai dari negara kita. Menurut pandangan saya, untuk negara seperti Indonesia kita harus bersabar, mungkin kita harus menunggu sekitar 4-5 bulan lagi wabah ini akan selesai, memang waktu yang cukup lama namun ini gambaran yang kita pelajari dari 210 negara terinfeksi wabah Covid-19," tuturnya lagi.

Disamping itu, menurut, Editor Klikanggaran, Kit Rose, kita bisa menghadapi kondisi ini dengan bisa tetap produktif.

"Situasi ini memang berat, namun kita harus bangkit dan memetic nilai positif dari penyebaran virus ini, terutama dari diri sendiri terlebih dahulu, saling menyemangati dan menebarkan kebahagiaan meskipun dengan keadaan seperti ini," papar Kit Rose.

Selain itu, tambah dia, Kesulitan ini bukan hanya dialami oleh satu sektor masyarakat, namun ini adalah bencana yang kita hadapi bersama, semua lapisan masyarakat merasakan dampak dari penyebaran virus Covid-19. Banyak warung mulai diminta untuk tutup, mulai ada larangan makan di tempat, tukang ojek sudah dilarang untuk sementara waktu, pasar mulai sepi dan masih banyak lagi.

"Namun kondisi ini, jangan hanya dipandang dari sisi negatifnya ja, jangan hanya di pandang dari bosannya, betenya aja namun kita juga harus memulai memandang hal positif darinya seperti, diberikannya waktu untuk lebih mengenall keluarga, mengenal kelebihan/kekurangan anak kita, kelebihan/kekurangan istri/suami kita, semakin punya banyak waktu untuk quality time bersama keluarga. Jadi kita juga harus manfaatkan waktu ini dengan kegiatan-kegiatan posotif bersama keluarga inti kita," terangnya lagi.

Sedangkan menurut Akademisi Unusia, Widya Rahmawati Al-Nur, M.Pd, menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap semangat, menjaga kesehatan, stay at home sebagai bentuk upaya memutus matarantai penyeberan virus Korona.

"Penyebaran virus korona dapat diminimalisir dengan menjaga kontak fisik dengan orang lain / social distancing, menjaga pola hidup sehat, membiasakan cuci tangan dan penggunaan masker. Ingat virus ini dapat menyebar melalui kebiasaan hidup yang tidak sehat dan kurang menjaga kebersihan. Untuk itu, kita harus membiasakan pola hidup sehat mengonsumsi makanan bergizi agar meningkatkan imun tubuh kita dalam mengahadapi virus ini," terang Widya.

Dan terakhir, disampaikan oleh Mahasiswa Keperawatan Magang RSCM Jakarta, Robby Hermawan, wajib bagi masyarakat agar mebantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini yaitu diam dirumah aja, rajin cuci tangan dan jangan panik. Karena kepanikan dapat menyebabkan naiknya tingkat stress tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh manusia, sehingga akan mudah terserang oleh virus.

"Kami yang tergabung dalam forum majelis diskusi mahasiswa Jakarta mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memutus rantai penyebaran covid 19 dengan cara galakan GERMAS, PANTUHI HIMBAUAN PEMERINTAH TERAPKAN PHYSICAL DISTANCING DAN LAKUKAN PROTOKOL KESEHATAN," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar